Pendekatan Perilaku Organisasi

Pendekatan Perilaku Organisasi

Dengan  adanya  interaksi  atau hubungan  antar individu dalam organisasi, maka penelaahan terhadap perilaku organisasi haruslah dilakukan melalui pendekatan-pendekatan  sumber  daya manusia (supportif), pendekatan  kontingensi, pendekatan  produktivitas dan pendekatan sistem.

Pendekatan  sumber  daya manusia dimaksudkan  untuk membantu  pegawai  agar berprestasi  lebih baik, menjadi  orang  yang lebih bertanggung  jawab,  dan kemudian berusaha  menciptakan  suasana  dimana mereka  dapat menyumbang  sampai  pada  batas kemampuan  yang mereka miliki,  sehingga  mengarah  kepada  peningkatan keefektifan pelaksanaan tugas.  Pendekatan  ini  berarti  juga bahwa  orang  yang  lebih  baik  akan mencapai hasil yang  lebih baik pula,  sehingga pendekatan  ini disebut pula dengan pendekatan suportif. 

Sementara itu, pendekatan kontingensi mengandung pengertian bahwa adanya  lingkungan  yang berbeda  menghendaki  praktek perilaku  yang berbeda  pula  untuk  mencapai  keefektifan.  Disini pandangan  lama  yang mengatakan  bahwa  prinsip-prinsip manajemen  bersifat  universal dan perilaku  dapat  berlaku  dalam situasi  apapun,  tidak  dapat  diterima sepenuhnya. 

Disisi  lain,  pendekatan  produktivitas  dimaksudkan  sebagai ukuran seberapa  efisien  suatu organisasi  dapat  menghasilkan keluaran  yang diinginkan.  Jadi,  produktivitas  yang  lebih  baik merupakan  ukuran  yang bernilai  tentang seberapa baik penggunaan sumber daya dalam masyarakat. Dalam hal  ini perlu diingat bahwa konsep produktivitas  tidak hanya diukur dalam kaitannya  dengan masukan  dan  keluaran  ekonomis,  tetapi masukan manusia  dan  sosial  juga merupakan  hal  yang  penting.

Dengan  demikian, apabila  perilaku  organisasi  yang  lebih  baik dapat mempertinggi  kepuasan kerja,  maka  akan  dihasilkan keluaran  manusia  yang  baik  pula, dan pada akhirnya akan menghasilkan produktivitas pada derajat yang diinginkan. 

Adapun  pendekatan  sistem  terutama  diterapkan  dalam  sistem sosial, dimana  di  dalamnya terdapat  seperangkat  hubungan manusia  yang  rumit yang  berinteraksi  dalam  banyak  cara.  Ini berarti,  dalam  mengambil keputusan para manaer harus mengkaji hal-hal diluar situasi langsung untuk menentukan  dampaknya terhadap  sistem  yang  lebih  besar,  sehingga memerlukan analisis biaya dan manfaat (cost – benefit analysis). 

Antara  pendekatan sumber  daya  manusia  dengan pendekatan produktivitas  diatas, memiliki  kaitan  yang  sangat  erat,  dimana  adanya dorongan pimpinan  terhadap  karyawan  untuk  melakukan  tugasnya sebaik mungkin, secara langsung akan mendorong tingkat produktivitas organisasi.

Untuk  dapat  mendorong  karyawannya  kearah  tujuan  yang diharapkan, seorang  pimpinan  harus dapat  mengetahui kebutuhan  karyawan  yang bersifat pribadi dan  internal. Atau dengan kata  lain, disini  terjadi hubungan antara kebutuhan dengan prestasi kerja.

0 Response to "Pendekatan Perilaku Organisasi"

Post a Comment

Tanggapan Anda?

1

2

3

4