ARTIKEL DALAM BLOG INI ADALAH ORIGINAL. JIKA INGIN COPY PASTE KE BLOG ANDA, SILAHKAN SERTAKAN LINK BLOG INI SEBAGAI SUMBER. BELAJAR MENGHARGAI HASIL KARYA ORANG LAIN.

Thursday, November 22, 2018

Bentuk Organisasi Berdasarkan Struktur

Bentuk Organisasi Berdasarkan Struktur


Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca. Sekaligus memohon maaf karena baru bisa menulis di blog ini lagi setelah terdiam selama tiga tahun. Namun begitu saya selalu memantau statistik blog dan hasilnya sangat baik. Selalu ada pengunjung yang membaca setiap artikel.

Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai bentuk organisasi. Secara teori, bentuk organisasi itu ada berbagai macam (akan saya bahas diartikel terpisah). Kali ini akan dibahas mengenai bentuk organisasi berdasarkan struktur.
***

Sejak duduk di Sekolah Dasar, kita sudah diperlihatkan atau diperkenalkan dengan struktur organisasi. Struktur organisasi adalah susunan jabatan dalam organisasi yang diatur berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing.

Sedangkan bentuk organisasi itu sendiri adalah sebuah tatanan yang menjelaskan cara kerja atau sistem yang berlaku dalam organisasi. Nah, salah satu cara membedakan bentuk organisasi adalah dengan berdasarkan struktur.

Jika kita berbicara bentuk organisasi berdasarkan struktur, maka perkembangan teori maupun praktisnya saat ini sangat berkembang pesat. Banyak pelaku organisasi yang mengembangkan struktur baru setiap saat. Tentunya struktur yang dikembangkan selalu mempertimbangkan kepentingan ataupun sistem kerja organisasi masing-masing.

Bahkan saat ini banyak struktur organisasi yang semakin rumit dan sulit dimengerti secara awam. Hal itu biasa dilakukan pada organisasi yang besar dan memiliki kebutuhan sistem yang kompleks. Organisasi apapun bidangnya jika sudah besar, pasti akan membutuhkan sistem yang kuat serta efektifitas dan efisiensi yang mumpuni.

Secara garis dasar, adalah beberapa bentuk organisasi berdasarkan struktur yang sudah biasa digunakan, yaitu:

1. Organisasi Lini


Banyak dikenal dengan organisasi garis, bentuk organisasi ini strukturnya sangatlah tradisional dan sederhana. Susunan struktur sangatlah sederhana, tegas, dan mudah dipahami sistemnya. Organisasi lini banyak digunakan oleh organisasi kecil atau organisasi yang jumlah anggotanya sedikit.

Disebut organisasi lini atau organisasi garis karena strukturnya seperti membentuk sebuah garis (garis komando maupun garis koordinasi). Dalam organisasi lini sudah pasti garis yang dibentuk adalah garis komando dari pimpinan ke anggota dan garis koordinasi yang menghubungkan masing-masing anggota.

Jika kita ingat lagi struktur organisasi dikelas saat bersekolah, maka itulah yang namanya organisasi lini. Sesederhana itu bentuknya sehingga jika ketua kelas tidak hadir, maka kelas akan tampak tidak terkontrol.

2. Organisasi Lini dan Staf


Bentuk organisasi ini masih sama saja dengan organisasi lini. Namun ada penambahan staf didalamnya. Alasan penambahan staf ini adalah untuk membantu pekerjaan struktur inti organisasi dalam pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis.

Jadi, dalam organisasi lini dan staf akan ada dua pihak yang berperan. Pihak pertama yaitu anggota inti organisai, sedangkan pihak kedua yaitu tenaga teknis atau staf. Anggota inti organisasi adalah orang yang memangku jabatan struktural, sedangkan staf adalah orang yang jabatannya berdasarkan keahlian yang dibutuhkan organisasi.

Contoh bentuk organisasi lini dan staf dapat kita temukan dalam organisasi desa atau kelurahan. Bahkan juga organisasi sekolah masih banyak yang memakai bentuk organisasi seperti ini.

3. Organisasi Fungsional


Ini makin rumit lagi, bentuk organisasi fungsional adalah struktur organisasi yang dibuat secara terpisah dari struktur kepemimpinan inti sebuah organisasi. Fungsinya adalah untuk menjalankan tugas-tugas teknis yang berskala besar.

Dalam sebuah organisasi yang memakai organisasi fungsional, struktur organisasinya akan dipisahkan antara struktur kepemimpinan inti dan struktur fungsional organisasi. Bentuk organisasi seperti ini biasanya terdapat dalam organisasi yang pembagian tugasnya banyak.

Contoh organisasi yang menerapkan bentuk organisasi fungsional adalah pemerintah kabupaten, pemerintah kota, universitas, ataupun perusahaan-perusahaan menengah keatas. Dalam organisasinya jelas dipisahkan antara kepemimpinan dan fungsional.

4. Organisasi Ad-hoc


Organisasi ad-hoc adalah bentuk organisasi yang bersifat momentum dan hanya menjalankan tugas khusus saja. Jika tugas khusus tersebut sudah selesai dilakukan, maka bisa saja organisasi ini dibubarkan. Artinya, organisasi ad-hoc ini dibentuk hanya untuk menjalankan kegiatan yang telah ditentukan saja.

Organisasi ad-hoc bisa dibagi menjadi dua bentuk lagi. Pertama yaitu bentuk komite atau komisi dan kedua yaitu bentuk panitia.

Bentuk komite artinya organisasi ini berjalan secara kolektif-kolegial. Semua anggota memiliki kedudukan serta kesempatan yang sama untuk menghasilkan keputusan. Sedangkan bentuk panitia artinya organisasi ini dibentuk secara lini, memiliki pembagian kerja yang sesuai dengan tugas khusus yang akan dilaksanakan.

Bentuk organisasi ad-hoc ini biasanya merupakan struktur terpisah dari organisasi inti. Dalam sistem pemerintahan negara Indonesia, ada beberapa lembaga negara yang bersifat ad-hoc. Contohnya Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisi Pemilihan Umum, Komisi Penyiaran Indonesia, dan lainnya.

Ada lebih dari 20 lembaga yang berbentuk ad-hoc dan bersifat independen dalam pemerintahan Indonesia. Lembaga ad-hoc ini dibentuk untuk melaksanakan tugas sesuai kebutuhan negara dan sewaktu-waktu bisa dibubarkan jika tidak dibutuhkan lagi.
***

Demikian pembahasan tentang bentuk organisasi berdasarkan struktur. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua meskipun pembahasannya sangat singkat dan masih banyak kekurangan. Ini untuk menghindari plagiarisme dan demi kenyamanan pembaca.

Banyak yang bertanya tentang referensi ilmiah dari artikel-artikel di blog ini. Saya sengaja tidak menyertakan referensi karena memang saya hanya mengambil intisari dari berbagai sumber dan diolah sendiri sesuai dengan pengetahuan yang sudah saya miliki.

Lagipula, artikel-artikel dalam blog ini dituliskan bukan untuk kajian ilmiah mendalam. Juga untuk menghindar dari sistem algoritma Google yang akan mendeteksi artikel plagiat jika terdapat lima kata beruntun yang sama dengan artikel lain yang lebih dulu terbit.

Ditulis Oleh : Leonade Hari: 10:00 PM Kategori:

0 komentar:

Post a Comment