Motivasi Melalui Pemberian Insentif

Hampir semua organisasi, baik itu organisasi bisnis maupun organisasi non-profit dan organisasi pemerintahan, sudah menerapkan pemberian insentif bagi anggotanya. Pemberian insentif itu tentunya didasari oleh keuangan organisasi yang sehat dan ingin memotivasi anggota agar bisa meningkatkan produktivitas.

Pengertian Insentif

Insentif adalah suatu tindakan atau janji dari pimpinan berupa materi kepada anggota untuk memotivasi kinerja anggota tersebut. Sering juga disebut sebagai stimulus bagi anggota yang sudah bekerja dengan baik, maupun bagi anggota yang belum mencapai standar kinerja.

Selain insentif moneter, ada beberapa bentuk stimulan lain yang dapat mendorong seseorang menjadi lebih baik. Ini akan mencakup kepuasan kerja, keamanan kerja, promosi pekerjaan, dan kebanggaan atas prestasi. Oleh karena itu, insentif terkadang dapat bekerja untuk mencapai tujuan yang ditetapkan

Tujuan Insentif

Tujuan pemberian insentif adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan produktivitas,
  • Mendorong atau membangkitkan kerja stimulus,
  • Meningkatkan komitmen dalam kinerja,
  • Memuaskan secara psikologis seseorang yang mengarah pada kepuasan kerja,
  • Membentuk perilaku atau pandangan bawahan terhadap pekerjaan,
  • Menanamkan semangat dan antusiasme terhadap pekerjaan,
  • Mendapatkan kemampuan maksimal mereka sehingga bekerja secara maksimal.

Bentuk Insentif

Umumnya organisasi akan menawarkan dua bentuk insentif untuk memotivasi para anggotanya, yaitu sebagai berikut:

1. Insentif Moneter

Insentif moneter adalah insentif yang diberikan perusahaan kepada para anggotanya berupa uang. Selain dalam bentuk uang, insentif monenter juga mencakup semua yang memiliki bentuk fisik. Namun kebanyakan perusahaan memberikannya dalam bentuk uang karena uang dianggap bisa membantu pemenuhan kebutuhan.

Dampak psikologis dari pemberian insentif moneter ini bisa dikatakan sangat baik bagi perusahaan. Selain bisa merangsang kinerja anggota lebih baik, insentif moneter juga bisa membantu anggota yang membutuhkan tambahan biaya untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Insentif Non-moneter

Selain insentif moneter, ada insentif non-moneter yang dapat memuaskan ego dan kebutuhan aktualisasi diri karyawan. Semua bentuk insentif yang tidak dapat diukur melalui nilai uang berada disebut insentif non-moneter.

Jika seorang manajer harus memenuhi kebutuhan psikologis bawahannya, dia akan memanfaatkan insentif non-moneter. Berikut ini beberapa bentuk dari insentif non-moneter:

- Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3)

Keamanan dan keselamatan kerja (K3) adalah salah satu bentuk insentif non-moneter sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan pekerjaan dan kondisi para anggotanya. K3 saat ini sudah menjadi kewajiban perusahaan terhadap anggotanya sehingga bentuk insentif ini harus diterapkan oleh semua perusahaan.

Faktor K3 sangat memberikan pengaruh psikologis bagi kinerja anggota dengan memberikan rasa aman, lingkungan kerja yang sehat, dan jauh dari resiko kecelakaan kerja. Sebab kondisi dan lingkungan kerja yang buruk akan membuat pekerjaan terganggu atau bahkan tidak ada yang mau bekerja untuk perusahaan yang tidak menerapkan K3.

- Pujian dan Pengakuan

Pujian atau pengakuan adalah insentif non-finansial lain yang memenuhi kebutuhan ego karyawan. Terkadang pujian menjadi lebih efektif daripada insentif lainnya. Para karyawan akan lebih banyak menanggapi pujian dan mencoba memberikan yang terbaik dari kemampuan mereka untuk suatu masalah.

- Skema Saran

Skema saran adalah tindakan perusahaan untuk menerima saran dari anggotanya. Ini terbukti memberikan kepercayaan anggota terhadap perusahaan serta membuat anggota dianggap penting bagi perusahaan.

Perusahaan dapat mengetahui keluhan anggota melalui skema saran yang dibuat dalam berbagai bentuk seperti kotak saran, atau mendengarkan pendapat anggota secara langsung. Cara lain juga dengan memberikan wadah bagi anggota berupa buletin yang memuat informasi atau tulisan dari anggota itu sendiri.

- Evaluasi Pekerjaan

Evaluasi pekerjaan bisa dilakukan perusahaan dengan cara memberikan pelatihan tambahan bagi anggota terkait apa yang menjadi pekerjaan mereka. Ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anggota dalam menjalankan pekerjaan. Jika pengetahuan anggota bertambah, maka mereka akan merasa diperhatikan oleh perusahaan.

Selain itu, evaluasi pekerjaan juga bisa diberikan dengan cara membandingkan hasil kerja anggota dengan hasil kerja yang diharapkan perusahaan. Tujuannya agar anggota bisa mengetahui sejauh mana tingkat produktivitas mereka.

Selain bertujuan untuk efisiensi pekerjaan, evaluasi pekerjaan juga bertujuan untuk memotivasi anggota untuk bekerja lebih baik lagi. Dengan disadarkan pengetahuan yang memadai, anggota akan merasa termotivasi melakukan pekerjaan.

- Promosi Jabatan

Memberikan kenaikan jabatan adalah hal yang harus dilakukan perusahaan yang tentunya bertujuan untuk memberikan posisi yang layak bagi anggota yang sudah bekerja dengan baik. Selain itu, promosi jabatan juga akan berdampak pada peningkatan kualitas anggota seiring dengan peningkatan tuntutan pekerjaan.


Penggabungan antara insentif moneter dan non-moneter selalu menjadi andalan setiap organisasi atau perusahaan yang bonatif. Tentunya pemberian insentif gabungan itu harus melalui kajian yang akan dilakukan manajemen. Mereka akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk tingkat efektivitas pemberian insentif.

Jenis Insentif

Jenis-jenis intensif bisa dikelompokan berdasarkan sifat pemberian insentif yaitu positif dan negatif. Kedua jenis insentif itu berdasarkan teori motivasi Reward and Punishment yang menekankan bahwa yang memenuhi ketentuan harus diberikan hadiah. Sedangkan yang tidak memenuhi ketentuan akan diberikan hukuman.

1. Reward (Insentif Positif)

Pemberian reward atau hadiah ini bertujuan untuk menghargai anggota yang sudah bekerja dengan baik. Hadiah bisa dalam berbagai bentuk tergantung dari kebijakan perusahaan. Disebut sebagai insentif positif karena reward dilakukan dengan cara yang positif.

2. Punishment (Insentif Negatif)

Punishment atau hukuman sebenarnya adalah bentuk insentif perusahaan terhadap anggota tapi memiliki tampilan negatif. Sebenarnya, punishment tidak bertujuan untuk memberikan hal yang negatif bagi anggota. Punishment bertujuan agar anggota tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan diri mereka dan merugikan perusahaan.

Dengan memberikan punishment, anggota akan termotivasi untuk menjalankan pekerjaan sebaik mungkin dan selalu menghindari kesalahan kerja dan menghindar dari resiko kerja. Punishment biasanya diberikan perusahaan dalam bentuk teguran, potongan gaji, skors, mutasi, dan lainnya tergantung dari tingkat kesalahan anggota.

Perusahaan juga selalu memperhatikan dan mempertimbangkan dengan teliti untuk memutuskan pemberian punishment. Tujuannya agar perusahaan lebih mengenal kendala anggota sehingga terjadi kesalahan.

0 Response to "Motivasi Melalui Pemberian Insentif"

Post a Comment

Tanggapan Anda?

1

2

3

4